Selasa, 28 April 2015

Mengapa Remaja Indonesia Kini kurang menyukai Budaya Indonesia ?

Mengapa Remaja Indonesia Kini Kurang Menyukai Budaya Indonesia ?
  

                                       Hasil gambar untuk wonderful indonesia


Assalamualaikum Wr. Wb.

     Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Agama Islam.

     Agama  sebagai  sistem  kepercayaan  dalam  kehidupan  umat  manusia  dapat  dikaji  melalui  berbagai  sudut  pandang.  Islam  sebagai  agama  yang  telah  berkembang  selama  empat  belas  abad  lebih  menyimpan  banyak  masalah  yang  perlu  diteliti,  baik  itu  menyangkut  ajaran  dan  pemikiran  keagamaan  maupun  realitas  sosial,  politik,  ekonomi  dan  budaya.

     Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.


    Dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan materi tentang Mengapa Remaja Indonesia Kini Kurang Menyukai Budaya Indonesia ?

                                              Hasil gambar untuk apa itu Remaja


    Remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Usia remaja berada pada kisaran usia 10 tahun sampai 21 tahun. Pada masa itu, remaja sedang mencari identitas dirinya. Oleh karena itu, remaja harus mendapat pendidikan karakter agar dapat mengarahkan minatnya pada kegiatan–kegiatan yang positif. Pendidikan karakter yang dapat diberikan pada remaja antara lain, berperilaku jujur, kreatif, percaya diri, santun, dan peduli.


    Lalu kenapa remaja Indonesia lebih menyukai budaya asing yang belum tentu budaya tersebut baik untuk mereka. Selain itu, budaya asing tersebut juga mampu membuat budaya asli Indonesia menjadi dilupakan atau bahkan punah di masa yang akan datang. Tanpa kita sadari, Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Budaya–budaya tersebut terdiri dari seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater.


~Seni Rupa
    Seni rupa berarti gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang dicantumkan melalui teknik, garis, bentuk, warna, gelap ataupun terang yang diatur dengan cara–cara atau teknik tersendiri.

 Hasil gambar untuk macam-macam seni rupa

~Seni Musik
    Taukah kamu berapa banyak manfaat yang bisa di petik jika kamu piawai dalam bermusik? Musik tidak hanya sebagai hiburan semata, musik bisa berfungsi sebagai media komunikasi, musik dapat mengembangkan kreatifitas, bermusik juga dapat menenangkan hati. Pernahkah kamu melihat ibu–ibu hamil yang memperdengarkan alunan musik ke janinnya? Ternyata, musik juga dapat menstimulasi pola perkembangan otak. Seseorang juga dapat memiliki intelektualitas tinggi karena musik . itu hanya beberapa di antara fungsi musik. Maka tak heran jika saat ini semakin banyak kita jumpai orang dewasa atau anak–anak mengikuti les musik  sekolah musik pun menjamur di berbagai kota. Ada pula yang memanggil guru musik ke rumah untuk belajar musik secara priva.

 Hasil gambar untuk macam-macam seni musik


~Seni tari
    Seni tari merupakan pengekspresian gagasan dalam bentuk gerak tubuh. Selain itu, ada pendfinisian tari berdasarkan pendapat beberapa tokoh. Antara lain….

 Hasil gambar untuk macam-macam seni tari



Soedarsono (Pengembang seni drama tari tradisional di Indonesia,1972) menyatakan bahwa tarian adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah.

Yulianti Parani (Pedoman pengajar tari dalam pendidikan sekolah dasar,2003) menyatakan bahwa tari adalah gerak–gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang di sertai ekspresi atau ide tertentu.

Curt Sachs (World history of the dance,1963) menyatakan bahwa tari adalah gerak ritmis.

Dari pendapat–pendapat pra tokoh tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam tari mengandung unsur gerak tubuh (sebagian atau keseluruhannya), ritme (irama), bentuk (pola), dan ruang (space). Sementara itu, dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa seni tari adalah seni mengenai tari–menari (gerak–gerik yang berirama).


~Seni Teater 
    Seni teater merupakan sebuah kesenian yang paling lengkap. Dalam seni teater tergabung beberapa cabang seni lainnya, seperti seni rupa, seni sastra, seni, musik dan seni tari. Seni teater juga merupakan salah satu seni drama yang dilakoni oleh beberapa pemain di atas panggung. Dlam hal ini, seorang pemain harus memerankan tokoh yang dimainkannya dengan cara berkonsentrasi dan menjiwai karakter tokoh yang diperankannya.


Hasil gambar untuk seni teater


   Kalau kita ingat-ingat lagi, sudah sejak lama para remaja Indonesia mulai menyukai budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Entah itu berasal dari ......
1.Korea

   Hasil gambar untuk k-pop super junior

2.USA

    Hasil gambar untuk film 2012
Dan sebagainya..

    Kalau orang luar negeri saja ingin mempelajari budaya-budaya khas yang ada di negeri kita tercinta Indonesia. Kenapa kita para remaja Indonesia menyukai dan mempelajari budaya-budaya dari luar negeri !?
    


    Di indonesia masih ada orang-orang yang peduli dengan budaya Indonesia seperti...
1.Udjo Ngalagena
Hasil gambar untuk Udjo Ngalagena

2.Bagong Kasudiarjo
Hasil gambar untuk Bagong Kusudiarjo
3.Didik nini Thowok
Hasil gambar untuk Didik nini Thowok
Dan yang lainnya...

    Berikut adalah alasan salah satu tokoh tersebut membangun sanggar-sanggar tersebut.
“Saya mendapat pesan dari bapak angklung dunia, Alm.Daeng soetigna, untuk meneruskan misinya memperkenalkan ANGKLUNG ke semua orang di seluruh dunia agar dikenal dimana-mana, dengan sebuah gagasan bahwa melalui penampilan kesenian musik  ANGKLUNG, akan dapat membantu mendorong terciptanya kedamaian di dunia, yang kita cintai dan kita tinggali ini.”
  
    Bagaimana kita memperkenalkan budaya bangsakita kalau budaya kita di curu negara lain? Masih ingatkah dengan kasus Batik dan Reog yang diklaim sebagai budaya dari negara tetangga? Nah itu baru dua kebudayaan milik Indonesia. apakah kalian tahu kalau Indonesia itu negara besar dan kaya akan keanekaragaman budaya? Faktanya Indonesia punya 17.000 pulau yang dihuni oleh 300 suku bangsa dan adat istiadat yang berbeda. Oleh karena itu ada semboyan Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Saking banyaknya kebudayaan yang kita punya sampai kadang kita tidak sadar kalo kebudayaan kita ‘dicuri’ sama pihak-pihak nakal.
Coba deh siapa dari kita yang kalo pacaranya direbut orang lain bakal marah, sedih, atau galau? Yes kebanyakan kita pasti bakal ngalami perasaan kayak yang udah disebutin. Terus kalo kebudayaan kita direbut negara lain apa kita bakal ngerasain hal yang sama? Marah, kesal, atau malah cuek bebek?
Untuk menghindari ‘pencurian’ kebudayaan ini, kita sebagai pemuda Indonesia wajib ngejaga dan lestariin kekayaan budaya negara kita sendiri.  Berikut ini cara atau upaya yang dapat kita lakukan untuk melestarikan budaya Indonesia.

1. Kenali kebudayaan Indonesia
    Kalo ada pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’ ini berlaku juga dalam kebudayaan. Buat sayang sama kebudayaan, pertama yang harus kita lakukan adalah mengenal kebudayaan Indonesia yang seabrek. Caranya? Kita bisa browsing di internet, baca buku, atau dateng ke tempat wisata/sanggar kebudayaan.

2. Mengikuti kegiatan/event pelestarian budaya.
     Sama kayak PDKT sama gebetan nih, habis kenal terus main ke rumahnya atau ajak jalan. Nah kalo buat kebudayaan, setelah kita kenal sama kebudayaan sekarang kita sering-sering deh main ke event-event kebudayaan atau tampil di acara kesenian. Buat lebih akrab lagi, bisa juga kita jadi volunteer di event itu. Selain ikut, kita juga punya kesempatan buat kenalan sama senimannya. Bisa lebih kenal deh sama kebudayaan kita. Kalo kita bisa punya kesempatan nampilin kebudayaan Indonesia, secara gak langsung kita mempromosikannya ke khalayak. Semakin banyak yang liat bakal semakin dikenal kebudayaan kita.

3. Mengajari penerus agar budaya kita tidak dimakan oleh zaman.
    Kalo udah kenal dan nekunin kebudayaan, jangan disimpen sendiri ilmunya. Kita bisa ngajarin juga ke orang lain. Misalnya jadi guru tari di sanggar atau jadi guide di museum kebudayaan. Jadi kita bisa nyebarin kebudayaan kita ke orang lain. Siapa tau mereka juga ikut andil dalam melestarikan kebudayaan bareng kita?

4. Tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing.
    Di era globalisasi sekarang ini kita gak mungkin nutup diri akan kebudayaan luar. Semakin kita menutup diri malah semakin kita ketinggalan. Nah untuk menerima kebudayaan luar tapi juga tetep ngejaga kebudayaan Indonesia, kita perlu bikin filter. Jadi kebudayaan luar yang masuk kita saring, terus ambil yang baik dan buang yang buruk. Gak perlu kita serap semuanya. Dari yang baik itu kita bisa belajar dan mungkin aja bisa kita kembangkan dengan kebudayaan kita. Dan suka kebudayaan luar itu boleh banget asal tetep inget kalo kita punya kebudayaan yang gak kalah keren yang harus kita kembangin. Oleh karena itu kita sebagai remaja Indonesia, mari bersama-sama lestarikan budaya bangsa kita !!!!

    Demikianlah yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, dengan penuh harapan semoga kita semua dapat mengambil intisari dari pembahasan tersebut. Kurang lebihnya kami mohon maaf. Akhirul kalam. Wallahul muwafik, ilaa aqwamith thariiq, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar